Ayam Petelur

Posted: Juni 23, 2010 in Peternakan

download sini petelur

Ketika berada di Blitar, kami tinggal di rumah seorang peternak ayam yang bernama om itus. Rumahnya berada di daerah Talun, terletak di sebelah timur dari arah kota Blitar. Sekalian saja kami mencoba bagaimana cara beternak ayam petelur itu. Pagi hari, kami sudah berada di kandang ayam petelur yang terletak agak jauh dari rumah, yaitu masuk Kecamatan Wlingi, sebelah timur dari Talun. Perjalanan ditempuh sejauh 5 kilometer dengan menggunakan mobil pick up.

Blitar merupakan daerah penghasil telur terbesar se Jawa Timur. Hasil produksinya dipasarkan hingga ke Jawa Barat dan Jakarta. Daerah Wlingi merupakan salah satu sentra peternakan rakyat khususnya ayam petelur.

Pekerjaan pagi hari adalah mengambil telur dari kandang dan dimasukkan ke dalam wadah satu per satu. Dengan kapasitas kandang 4000 ekor, cukup lama dan melelahkan bagi kami untuk mengambil telur. Tapi rasanya asyik juga, mendapat hal baru disini. Telur dimasukkan ke dalam pick up untuk dikumpulkan di gudang untuk diambil oleh distributor. Harga penjualan telur ditentukan oleh peternak dan distributor sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

Setelah selesai mengambil telur, pekerjaan kami belum selesai. Kami masih harus memberi makan ayam petelur supaya kebutuhan energi dan nutrisinya tercukupi. Biar hari esok bisa bertelur kembali. Kemudian melakukan vaksinasi pada ayam yang baru dipindah dari tempat lain. Memvaksin satu per satu ayam dengan tetes mata pada ayam yang jumlahnya ribuan ini cukup sulit bagi kami.

Vaksin ND diberikan saat ayam berumur 3-7 hari. Merupakan vaksin inaktif. Cara pemberian ke ayam adalah diteteskan ke mata sebanyak 2-3 tetes. Sebelumnya vaksin ini dincerkan terlebih dahulu dengan cairan pengencer yang berwarna biru keunguan.

Vaksinasi Newcastle Disease

Siang hari, kami kembali ke kandang lain, untuk mengambil ayam fase layer untuk dipindahkan ke kandang utama agar bertelur. Cukup berat juga mengangkat keranjang kandang yang berisi 25 ekor sekitar 30 kg, berulang kali dinaikkan ke mobil pick up. Kemudian memindahkan telur yang sudah dimasukkan ke dalam box untuk dibawa ke gudang sebelum diambil oleh pembeli. Rasanya tubuh ini serasa mau patah karena kami jarang melakukan pekerjaan berat.

Malam hari, kami masih membersihkan keranjang kandang di sungai kecil depan kandang. Memang, air sungai tidak steril untuk peralatan ternak unggas yang rawan terhadap penyakit. Namun dalam prakteknya, ternak ayam petelur jarang terkena penyakit karena sudah rutin di vaksin dan di dalam pakan juga sudah terdapat obat.

Peternakan rakyat khususnya ayam petelur di Blitar cukup makmur, penghasilannya melebihi gaji pejabat pemerintahan daerah. Semoga eksistensi para peternak tidak terganggu oleh isu flu burung yang melanda negeri ini.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s